Sedikit Cerita Tentang Plastik Degradable

Dalam setahun, sekitar 1 trilyun kantong plastik digunakan oleh penduduk dunia. Ini berarti setiap menitnya ada sekitar 2 juta kantong plastik yang dibuang atau setiap orang menggunakan sekitar 170 kantong plastik tiap tahun. Padahal untuk memproduksi plastik, setiap tahunnya diperlukan 12 juta barel minyak dan 14 juta batang pohon yang mengemisikan gas rumah kaca ke atmosfer. Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik terurai dalam tanah.

Selasa kemarin (13 Juli 2010) saya ikut menghadiri diskusi mengenai kantong plastik degradable di kantor BPLHD Jawa Barat (invitasi via facebook: http://www.facebook.com/?ref=logo#!/event.php?eid=100979243288957).  Acara yang sangat menarik menurut saya, karena saya sangat penasaran dengan kantong plastik yang beredar di supermarket, toko-toko, dan minimarket yang mengaku dapat mudah terurai. Sayang sekali saya agak terlambat menghadiri diskusi ini dan melewatkan sebagian acaranya. Pada saat saya datang Pak Suganto Tandio dari P.T. Tirta Marta sedang menjelaskan konsep kantong plastik degradable ini. Ada dua jenis kantong plastik degradable yang ada saat ini, yaitu kantong plastik ecoplas dan kantong plastik oxo-degradable.

Kantong plastik ecoplas adalah kantong plastik yang bahannya berasal dari tumbuh-tumbuhan, sedangkan kantong plastik oxo-degradable adalah kantong plastik dari bahan biasa dengan penambahan zat aditif yang dapat mempercepat proses oksidasi kantong plastik tersebut. Kantong plastik ecoplas berasal dari tanaman seperti jagung ataupun singkong. Namun karena bahan jagung lebih mahal daripada singkong, maka kantong plastik ecoplas di sekitar kita (di Indonesia) lebih banyak berasal dari singkong. Kantong plastik ecoplas yang berasal dari jagung dijual dengan harga 500% dari harga kantong plastik biasa, sedangkan yang berasal dari singkong dijual dengan harga hanya 120%-130% dari harga kantong plastik biasa. Kantong plastik ecoplas diuraikan oleh bakteri pengurai, oleh karena itu waktu penguraiannya akan bergantung kepada jumlah bakteri pengurai. Kantong plastik ecoplas yang disimpan di gudang penyimpanan atau di laci yang memiliki sedikit bakteri pengurai akan terurai jauh lebih lama daripada kantong plastik ecoplas yang terkubur di dalam tanah.

Sedangkan kantong plastik oxo-degradable atau yang sering kita temui sehari-hari dengan nama produk oxium hanya membutuhkan oksigen agar dapat teroksidasi. Oleh karena itu, dimanapun ia disimpan selama masih ada oksigen maka mudahlah ia terurai. Sementara kita ketahui bahwa seperlima atmosfer kita adalah oksigen. Pemberian zat aditif dapat mempercepat periode penguraian plastik secara oksidasi dari alaminya selama ribuan tahun menjadi dua tahun (Ada yang berniat mencoba? Silakan. Nanti boleh dishare hasilnya…). Karena inilah banyak supermarket dan minimarket yang menggunakan kantong plastik oxium (perputaran kantong plastiknya cukup cepat sehingga tidak terjadi penumpukan).

Kehadiran kantong plastik yang mudah terurai ini tentunya membuat hidup lebih ramah lingkungan dan perlu kita apresiasi. Semakin banyak jenis kantong plastik ini beredar di masyarakat maka timbulan sampah kantong plastik di Tempat Pemerosesan Akhir (TPA), ataupun di selokan (yang menjadi penyebab utama banjir) dapat berkurang. Kebingungan kita saat ingin membuat zero waste event ketika kebutuhan kantong plastik cukup banyak (minimal untuk kantong sampah) pun dapat menemukan solusinya, yaitu dengan menggunakan jenis kantong plastik yang mudah terurai ini. Kehadiran kantong plastik degradable ini merupakan alternatif solusi kebutuhan kantong plastik sehari-hari, saya katakan alternatif karena memang bukan satu-satunya solusi. Ada solusi lain yang menurut saya lebih ecofriendly (terutama dalam artian ecofriendly adalah ramah secara ekologi dan ekonomi).

Kehadiran kantong plastik degradable walaupun mengurangi timbulan sampah kantong plastik tetap berpotensi menghasilkan limbah lain dan membutuhkan biaya selama proses produksinya. Selain itu dikuatirkan juga perubahan pemanfaatan jagung dan singkong yang awalnya merupakan bahan pangan menjadi bahan kantong plastik sementara masih tidak sedikit warga dunia mengalami kelaparan (walaupun pemanfaaan singkong atau jagung diklaim menggunakan tepung dengan kualitas yang tidak layak makan namun tidak ada jaminan ketika kebutuhan produksi tinggi maka bahan baku dapat diperluas hingga mengambil jatah singkong atau jagung dengan kualitas pangan).

Menurut hierarki pengelolaan limbah, keberadaan kantong plastik degradable dapat dikategorikan sebagai usaha mengurangi limbah karena kedua jenis kantong plastik ini tidak menghapus 100% sampah kantong plastik. Perlu diketahui bahwa kantong plastik degradable yang beredar belum 100% dapat terurai karena bahannya masih merupakan campuran dengan bahan plastik biasa. Kantong plastik ecoplas yang berbahan 100% dari tumbuhan akan sangat tebal. Tingkatan yang lebih dipriroritaskan di hierarki pengelolaan limbah setelah mengurangi adalah mencegah. Pencegahan timbulan sampah kantong plastik dapat dilakukan dengan menggunakan wadah yang selalu kita bawa ketika dibutuhkan seperti keranjang belanja (mungkin orangtua kita dulu secara tidak sadar lebih bergaya hidup ramah lingkungan dengan cara ini) ataupun tas lipat praktis yang kini juga dapat kita beli di beberapa toko tertentu. Wadah yang kita bawa sendiri ini dapat digunakan berulang kali sehingga tentu lebih ecofriendly (sekali lagi dalam artian secara ekologi dan ekonomi) jika dibandingkan dengan satu kantong plastik yang hanya digunakan dalam satu kali belanja. Selain itu perlu kita ingat bahwa kantong plastik merupakan penyebab utama tersumbatnya saluran air yang kemudian menjadi penyebab banjir. Selanjutnya perlu kita pikirkan bahwa walaupun plastik oxium terurai dalam jangka waktu dua tahun namun banjir tidak akan menunggu masa tersebut.

Penggunaan kantong plastik biodegradable merupakan alternatif yang baik karena tidak perlu merubah kebiasaan masyarakat. Namun saat ini tidak 100% kantong plastik di sekitar kita merupakan kantong plastik degradable, sedangkan kalaupun diklaim sebagai kantong plastik degradable bahannya belum 100% mudah terurai karena masih ada plastik degradable yang bahannya merupakan campuran plastik biasa dengan bahan degradable. Oleh karena itu, jika kita ingin menjadikan lingkungan sekitar kita lebih bersahabat maka perilaku kitalah yang perlu diubah. Biasakanlah menggunakan tas lipat atau tas belanja sebagai pengganti kantong plastik dan gunakanlah kantong plastik biodegradable untuk kebutuhan akan kantong plastik yang sulit dihindari.

-HMTL ITB, Bandung-

referensi: berbagai sumber

  1. tadi ak juga nonton loh di berita siang ada yg berhasil nemuin plasik biodegradable dari sari pati gtu..
    glikogen + apa gtu.. anak kimia unair

    ayoo sarjana TL jangan mau kalah berinovasi :D

    • Wuaduh, bawa-bawa sarjana… :D
      Hehehe, temen gw anak biologi juga lagi TA tentang itu. Tertarik banget gw pengen minta jurnalnya, tapi belom selesai dia..

  2. melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.

    sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.

    info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeneration.org

    yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah! :)

    Salam,

    Reta Yudistyana
    Greeneration Indonesia


    Greeneration Indonesia
    green attitude green environment
    Kanayakan D 35 . Bandung 40135
    Jawa Barat – Indonesia
    Telp/Fax: +62-22-2500 189
    Email: info@greeneration.org
    Web: http://www.greeneration.org

      • Yudi
      • Maret 16th, 2011

      Yaaaa, jangan gitu bos, semena mena. Saya karyawan di pabrik plastik, neh nanti di PHK.

      • Hehe, Mas karyawan di bagian apanya Mas? Saran saya sih mending pindah Mas. Bukan cuma soal produk, tapi kesehatan para pegawai pabrik plastik terancam lho Mas. Coba deh Mas buka di storyofstuff.com . Banyak bahan kimia pembuatan plastik yang bahaya buat kesehatan…

  3. eh eh eh,,asalnya gw ga percaya gituh sama plastik yang oxium itu bidegradable,,yang banyak dipake indomaret dll, soalnya nampak sama aja kayak plastik pada umumnya,,yang ecoplas gw blum yau wujudnya kayak apeuuu

    • back to nature
    • Oktober 2nd, 2010

    Nah kalo di simpan di dalam air laut terurai sama bakteri enggak yah?

    • Pertanyaan bagus back to nature!! Kalau pertanyaannya terurai apa ngga, di manapun (di darat ataupun laut) plastik bisa diurai dengan bakteri. Plastik biodegradable mungkin jadi lebih cepat terurainya karena bakteri dalam laut lebih banyak. Tapi tetep aja butuh waktu, sementara proses penguraian terjadi bisa aja itu plastik keburu dimakan sama ikan dan ikannya keburu mati. Hehehe… Kasian dong. Jadi jangan buang sampah ke laut ya.
      Barusan googling dengan keyword: plastic bag sea.
      Hasil paling atas: http://www.pollutionissues.co.uk/impact-plastic-bags-sea.html
      Kalimat kunci: Scientists have estimated that it may take a plastic bag at sea to take anything from 450 to a thousand years to break down.
      Lama ya… :)

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.