Pilihan Hidup

Sudah lama sekali saya tidak mengisi blog ini. Beberapa bulan terakhir saya dihadapkan dengan tantangan mengurus jalur dan arah hidup secara lebih mandiri. Ya, seorang sarjana memang sudah harus mampu berdikari. Tidak perlu menunggu lulus sebenarnya saya sudah punya rencana hidup saya. Tapi pelaksanaannya tentu lebih seru daripada perencanaannya.

Saya tau bahwa saya bukan orang yang senang dikekang. Tentu saja, saya pikir siapa sih manusia berpikir yang suka dikekang? Tentu saya ingin bebas berpikir, berkarya, beropini, bebas melakukan apa yang ingin saya lakukan dan tentunya siap menerima konsekuensi apapun dari tingkah laku saya. Saya ingin bebas.

Hidup yang ideal di kepala saya adalah hidup yang dinamis, selalu berkembang dan jauh dari rutinitas yang melumpuhkan jiwa petualang. Oke, dua itu saja dulu. Saya ingin hidup bebas dan dinamis. Dari dua keinginan saya tadi saya memutuskan bahwa saya tidak ingin bekerja di perusahaan besar. Kerja untuk hidup, bukan hidup untuk kerja. Maaf, tapi saya rasa sebagian besar perusahaan besar yang ada tidak hanya membuat hidup untuk kerja tapi justru membuat mati (mati jiwa, idealisme, dll). Oke, kita memang bisa bertahan dan tetap menjadi diri sendiri walau berada dalam perusahaan besar. Tapi daripada sekedar bertahan, saya lebih suka maju menerjang. Jadi pilihan saya bukan pada perusahaan besar, saya jauh lebih memilih membesarkan perusahaan. Semoga ini dapat menjelaskan jika ada rekan yang bingung mengapa saya tidak pernah melamar pekerjaan di perusahaan besar dan malas ikut hadir dalam job fair.

Memang ada beberapa perkecualian, saya mengikuti tes cpns di beberapa kementerian negara. Alasannya adalah: saya ingin berkarya nyata di bidang yang telah saya pelajari di pendidikan sarjana saya yaitu teknik lingkungan. Menjadi pegawai negeri di beberapa kementerian dapat menjadi jalur yang sangat baik untuk pencapaian hal ini. Namun saya sadar sepenuhnya bahwa itu bukanlah satu-satunya jalur berkarya di bidang saya. Selalu ada cara untuk berkarya dan saya telah menggelutinya sebelum mengikuti tes cpns. Akhirnya saya tidak lulus dari tes tersebut. Ya sudah, semoga yang terpilih dapat optimal berkarya di sana dan saya akan berkarya dengan jalur lain. Semoga bersama-sama kami bisa memperbaiki Indonesia dan dunia.

Lalu jika saya ingin hidup bebas, dinamis, dan mampu berkarya pada bidang saya (teknik lingkungan terutama sanitasi) mengapa saya memilih pekerjaan saya sekarang di perusahaan bidang pendidikan? Bidang pendidikan memang juga menjadi minat saya walau bukan yang utama. Menyenangkan melihat orang-orang berkembang secara nyata, hal ini sering terlihat di dunia pendidikan. Walau demikian, pekerjaan saya saat ini bukan untuk mendidik namun untuk menyebarkan pentingnya pendidikan yang benar. Bagaimana pendidikan yang benar mungkin akan saya tuliskan lain kali. Nah, dalam pekerjaan ini saya harus banyak berkeliling ke tempat-tempat baru. Ini cocok dengan pilihan hidup saya yang dinamis. Perusahaan saya belum menjadi perusahaan besar, banyak kebebasan yang bisa saya nikmati sambil turut serta berusaha membesarkan perusahaan. Salah satu kebebasan yang bisa saya nikmati adalah kebebasan untuk tetap berkarya pada bidang sanitasi. Hal terakhir ini sudah saya tekankan sejak pertama kali saya bersedia bergabung dengan perusahaan.

Kurang lebih inilah yang saya inginkan saat ini, pekerjaan yang menyenangkan dan mampu mendukung penghidupan saya serta kebebasan untuk tetap melaksanakan passion saya. Tentu bukan berarti saya akan stop di sini. Ini adalah permulaan yang baik.

A man can be free without being great, but no man can be great without being free.
(Kahlil Gibran’s letter May 16,
1913.)

-Argo Parahyangan, 13 Februari 2011-

    • lia
    • Februari 15th, 2011

    wah,,,saya jga anak teknik lingkungan,,
    apa yg skrg km rasian saya jga,,hehehehe
    lbh tertarik dibdang sanitasi :)

    • Hehe, seneng ada yang senasib. Ayo bikin sanitasi Indonesia lebih oke lagi!

    • lia
    • Februari 16th, 2011

    ok,,,smangat..
    hhehehe
    salam kenal ya dari sayaaa :)

  1. hmm.. hidup itu pilihan, jul. dengan segala resikonya.

    anyway, waktu baru lulus gue juga ngalamin sama persis kayak lu. malesss banget ikutan jobfair atau apply ke perusahaan gede. tapi kayaknya gue lebih parah. males kerja jadi engineer juga, males jadi pns juga. that’s just not “me”.

    well.. keep being yourself! :)

    • Stuju Dis. Always be yourself. Gw yakin kok besar ato kecil lu pasti mengamalkan ilmu TL. :)

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.