‘Tanya kenapa.’

Barusan gue menghapus blog friendster gue. Sebelumnya walaupun lama dicuekin tapi ga pernah diapus. Tapi ternyata akhir-akhir ini blog itu sering mendapat serangan spam. Jadi supaya ga bikin inbox gue penuh ya gue hapuslah blog itu. Tapi sebelum dihapus tentunya semua tulisan dan komentar disalin ke satu dokumen sendiri, ini kenangan berharga yang ga boleh dihapus gitu aja. Gue baca-baca juga tulisan-tulisan gue dulu. Menarik. Kembali ke masa lalu saat kelas tiga sma sampai bulan-bulan pertama kuliah. Ada satu tulisan yang pingin gue bagi di sini. Tulisan jaman gue mulai banyak bertanya. Silakan dijelajahi, judulnya: ‘Tanya kenapa.’

 

Tanya kenapa.

Hari ini, setelah sahur.
Gw tidur, gw bermimpi bahwa gw naik gunung lagi. Tapi aneh, di kaki gunung tanahnya pada berantakan, ada traktor yang lagi ngebongkar tanah. Kayaknya di kaki gunung itu mo dibikin sesuatu. Gw sedih. Trus gw lanjutin perjalanan, gw ketemu dengan temen gw yang hubungan gw dengan dia selama ini ga enak. Kebetulan ketemu di gunung, gw sekalian aja ajak ngobrol dan minta maap. Kemudian mimpi gw seperti dipercepat, gw bertemu dengan 2 anak kecil cewek yang lucu. Gw ngobrol banyak dengan mereka, akrab banget… Kayaknya gw ga akan bosen ngobrol dengan mereka, tapi akhirnya terjadi perpisahan. Gw harus pulang ke kota, dalam mimpi gw itu entah kenapa gw menangis, mungkin kareana perpisahan? Setelah itu gw terjaga lagi. Trus gw nyalain tv, liat berita. Parah banget, berita pagi ini dipenuhi dengan berita tentang penderitaan rakyat akibat bbm naek, abis itu ada berita flu burung yang udah menjalar ke Yunani, abis itu masih ada berita serangan udara Amerika terhadap negara Islam, katanya buat membasmi teroris tapi sebagian besar yang meninggal orang-orang sipil. Ngliat itu semua, gw jadi lemes. Kenapa di dunia ini banyak banget masalah? Kenapa banyak orang suka nyelesain masalah dengan masalah? Kenapa banyak orang mungkin termasuk gw ga bisa belajar dari pengalaman dan menjadi lebih wise dalam mengambil keputusan? Kenapa kita masih tercerai-berai? Kenapa ada negara maju yang sedemikian maju sehngga kelebihan makanan tapi masih ada negara yang penduduknya mati kelaparan? Kenapa kita diam setelah melihat kenyataan? Kenapa banyak di antara kita cuma bisa ngomentarin dari belakang atau cuma bisa ngomel di depan tv? Kenapa kita gak ambil tindakan nyata?
Abis itu gw kuliah dengan males. Lesu. Perasaan gw campur-aduk. Gw sendiri ga ngerti knapa otak gw yang biasanya cuek-cuek aja, hari ini jadi penuh dengan masalah-masalah kemanusiaan di satu sisi dan kangen gunung di sisi lainnya.
Gw ga ngerti.

 

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.